Tongue Twister, si Pembelit Lidah

15 11 2010

Hari ini akhirnya jadi juga saya melatih ekskul english club lagi. Oh, sebuah kenyataan yang aneh memang, seorang mahasiswa sastra Indonesia yang pengalamannya mengajar di bimbel untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dan menjadi “pembantu” dosen mata kuliah bahasa Indonesia bisa melatih bahasa Inggris di SMA. Akan tetapi, tak apalah, yang penting suka dan sanggup.

Hari ini, entah kenapa hanya ada tiga orang yang datang clubbing — istilah kami untuk kegiatan klub. Meskipun begitu, clubbing tetap terlaksana. Kegiatannya? Tongue twisters!

Apa itu tongue twister? Secara harfiah, ke bahasa Indonesia akan diartikan sebagai pembelit lidah. Tidak aneh, sebab ketika merapalkan kalimat-kalimat atau tuturan tongue twister seringkali lidah akan terbelit-belit — istilah “gaul”-nya, belibet. Tongue twister dalam Wikipedia1, didefinisikan sebagai A phrase that designed to be difficult to articulate properly ‘sebuah tuturan yang diatur/ditata/dirancang sedemikian rupa sehingga sulit untuk diartikulasikan sebagaimana mestinya’. Saya memilih tongue twister sebagai alat latihan karena sangat cocok dan bagus untuk melatih kemampuan pronounciation atau pengucapan/artikulasi tuturan. Latihan artikulasi tuturan ini adalah dasar yang sangat penting bagi keterampilan speaking ‘berbicara’.

Apa yang menarik dari tongue twister? Banyak. Antara lainnya, dapat ditemukan bahwa ternyata banyak sekali kata di dalam suatu bahasa yang mirip dan disusun menjadi suatu kalimat atau tuturan sehingga menyulitkan pembicara. Selain untuk bahan iseng-iseng, tongue twister adalah sebuah alat yang bagus untuk berlatih pronounciation — seperti yang tadi saya ceritakan.

Nah, berikut ini adalah contoh-contoh tongue twister yang saya berikan kepada anggota klub. Kelompok pertama ini adalah tongue twister tipe kalimat.

1

The thirty-three thieves thought that they thrilled the throne throughout Thursday.

2

Can you can a can as a canner can can a can?

3

Six sick hicks nick six slick bricks with picks and sticks.

4

Six sleek swans swam swiftly southwards

5

A big black bug bit a big black dog on his big black nose!

Kemudian, berikut ini adalah contoh tongue twister model repetitive. Model ini biasanya terdiri dari beberapa kata yang menjadi frasa atau sebuah kalimat/klausa pendek. Aturan mainnya: ucapkan tongue twister tersebut berulang-ulang. Setiap ulangan dihitung sebagai satu skor. Skor dihitung sampai si pengucap “terpeleset” artikulasinya atau salah melakukan kesalahan pengucapan. Orang yang mendapat giliran selanjutnya harus bisa melampaui skor orang yang baru saja mendapat giliran. Apabila tidak sanggup, orang tersebut harus mendapat suatu hukuman.

Nah, berikut ini contohnya.

1 Sheena leads, Sheila needs
2 World Wide Web
3 Eleven benevolent elephants
4 Babbling bumbling band of baboons
5 Thirty-six thick silk threads
6 Crash Quiche Course

Kemudian, di bawah ini adalah beberapa contoh tongue twister lainnya. Bentuknya yang panjang bisa berupa suatu narasi kronologis.

1

Peter Piper picked a peck of pickled peppers.A peck of pickled peppers Peter Piper picked.

If Peter Piper picked a peck of pickled peppers,

Where’s the peck of pickled peppers Peter Piper picked?

2

How much wood could Chuck Woods’ woodchuck chuck, if Chuck Woods’ woodchuck could and would chuck wood? If Chuck Woods’ woodchuck could and would chuck wood, how much wood could and would Chuck Woods’ woodchuck chuck? Chuck Woods’ woodchuck would chuck, he would, as much as he could, and chuck as much wood as any woodchuck would, if a woodchuck could and would chuck wood.

3

Through three cheese trees three free fleas flew.While these fleas flew, freezy breeze blew.

Freezy breeze made these three trees freeze.

Freezy trees made these trees’ cheese freeze.

That’s what made these three free fleas sneeze.

4

She sells sea shells by the sea shore.The shells she sells sure are sea shore shells,

For if she sells sea shore shells as sea shells,

The shells she sells are sea shore shells.

Perhatikan pula syair-syair berikut ini. Syair-syair ini menggunakan berbagai kata yang diksinya sengaja memuat banyak kata yang berhomonim atau berhomofon agar tampak menarik dan menantang pembaca yang senang tongue twister.

Luke Luck likes lakes.

Luke’s duck likes lakes.

Luke Luck licks lakes.

Luck’s duck licks lakes.

Duck takes licks in lakes Luke Luck likes.

Luke Luck takes licks in lakes duck likes.

Oleh Dr. Seuss, Fox in Socks

Yang terakhir ini adalah sebuah teks yang saya lupa asalnya. Teks ini bercerita tentang copyright. Mudah-mudahan Anda tidak pusing ketika membacanya!

When you write copy you have the right to copyright the copy you write. You can write good and copyright but copyright doesn’t mean copy good – it might not be right good copy, right?

Now, writers of religious services write rite, and thus have the right to copyright the rite they write. Conservatives write right copy, and have the right to copyright the right copy they write. A right wing cleric might write right rite, and have the right to copyright the right rite he has the right to write. His editor has the job of making the right rite copy right before the copyright would be right. Then it might be copy good copyright.

Should Thom Wright decide to write, then Wright might write right rite, which Wright has a right to copyright. Copying that rite would copy Wright’s right rite, and thus violate copyright, so Wright would have the legal right to right the wrong. Right?

Legals write writs which is a right or not write writs right but all writs, copied or not, are writs that are copyright. Judges make writers write writs right. Advertisers write copy which is copyright the copy writer’s company, not the right of the writer to copyright. But the copy written is copyrighted as written, right?

Wrongfully copying a right writ, a right rite or copy is not right.

Pembelit Lidah di Bahasa Indonesia

Siapa bilang bahasa Indonesia tidak punya tongue twister? Ada dan banyak! Biasanya, tuturan dengan susunan kata yang luar biasa menjengkelkan bagi orang-orang yang mudah “terpeleset” dalam bertutur ini dijadikan semacam tantangan iseng-iseng untuk menguji apakah seseorang belibet atau tidak dalam berucap. Mungkin Anda masih ingat dengan tuturan-tuturan ini.

(1) Ular lari lurus.
(2) Satu sate tujuh tusuk.
(3) Satu biru, dua biru, tiga biru, empat biru ...  dan seterusnya, sampai tidak-terhingga biru -- Biasanya sampai di angka lima atau sepuluh biru, si pengucap terpeleset mengucapkan lima ribu atau sepuluh ribu.
(4) Kelapa diparut, kepala diurut
(5) Kata kakak kakekku, kuku kaki kakak kakekku kaku-kaku.

Masih ada lagi? Mungkin Anda tahu yang lain? Mari bermain!

Referensi:

1. “Tongue Twister” dalam Wikipedia. http://en.wikipedia.org/wiki/Tongue-twister. Diakses pada 15 November 2010 17.35 WIB.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.