Hati-hatilah Calon Pembeli Laptop!

19 11 2008

Ini dilaporkan oleh teman saya (yang berinisial G) sendiri di jurusan.

Kemarin dia membawa laptopnya ke Service Centre. Laptopnya bermerk “Tos Hideung Badag” (anda pasti tahu). Dia melaporkan bahwa layar laptopnya belakangan ini seringkali berkedap-kedip sendiri. Setelah dianalisis (entah analisis apa, cuman diliatin aja kali..) kata montir alias teknisi Pusat Servis itu menjelaskan bahwa laptop terkena virus (entah virus apa dan bagaimana cara kerja si virus, soalnya si teknisi tidak menjelaskan). Kemudian, si teknisi menyarankan teman saya untuk menginstal ulang si laptop. Ketika teman saya bertanya, berapa biaya perbaikan, dijawablah Rp 300.000,00.
Teman saya, karena memang tidak tahu apa-apa, setuju saja laptopnya diinstal ulang (meski ia mengaku BT dan menyesal di SMS-nya). Si teknisi lalu menginstal ulang si laptop menjadi seperti baru.

Kemarin malam, saya menanyakan bagaimana kabar si laptop. Dia menjawab, sudah baik. Ketika dia bilang bahwa biayanya Rp 300.000,00, saya kaget! Saya pikir, kok bisa bayar? Bukankah ketika kita membeli laptop kita telah diberi sebuah CD/DVD recovery yang digunakan ketika laptop kita mengalami kerusakan software dan harus dikembalikan ke keadaan default; jadi jika laptop rusak tinggal jalankan sistem recovery yang ada di CD/DVD itu. Itu artinya kita takperlu bayar apa-apa untuk memperbaiki software. Saya juga heran, mengapa biaya perbaikan sampai setinggi itu? Padahal dia baru beli laptop itu sekitar dua bulan yang lalu, pada awal semester tujuh ini. Seharusnya, masa garansi laptop itu masih berlaku. Laptop saya saja dulu masa garansinya satu tahun penuh, dan ketika bermasalah dengan slot baterai, saya tidak dibebani biaya perbaikan apapun karena masih dalam masa garansi.

Tadi pagi, saya menanyakan kejelasannya. Saya memeriksa laptopnya, ternyata laptop itu tidak memiliki stiker lisensi keaslian. Biasanya, di bagian bawah laptop, ada stiker lisensi keaslian sistem operasi yang dipakainya. Lalu, saya tanyakan, ketika pembelian dia diberi CD/DVD Recovery atau tidak? Dia katakan tidak. Dia tidak tahu hal-hal seperti itu. Akhirnya saya simpulkan, harga perbaikan laptop ini menjadi mahal karena teman saya tadi tidak memiliki stiker yang menunjukkan keaslian dan kepemilikan lisensi sistem operasi yang sebelumnya dipasang di laptop ini. Jadi, ketika ia menginstal ulang, dia harus membayar harga lisensi asli lagi.

Saya kemudian membuat empat simpulan:
1. teman saya tidak teliti ketika membeli laptop. dia tidak memeriksa kelengkapan paket penjualan yang ditawarkan; apakah sistem operasi (dan lisensi keasliannya) termasuk dalam harga penjualan,
2. pada serah terima barang, teman saya tidak memerhatikan dan mengecek kembali kelengkapan yang ditawarkan dalam paket penjualan yang sudah dia cocokkan sebelumnya,
3. si penjual memang tidak jujur dalam penjualannya. dia tidak menyertakan/menyerahkan CD/DVD recovery kepada pembeli, atau
4. memang laptop itu tidak menyertakan sistem operasi dalam paket penjualannya. Namun demikian, meskipun si laptop tidak menyertakan sistem operasi, tetap harus ada disertakan CD/DVD recovery yang isinya adalah DRIVER dan berbagai hal lainnya untuk kepentingan si laptop!

Jadi, berhati-hatilah Anda ketika membeli laptop. Perhatikan paket penjualan, bandingkan dengan harga yang ditawarkan, dan periksa kembali paket penjualan dengan barang ketika serah terima!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: