Tentang Proposisi dan Argumen

20 03 2009

Belakangan ini ada yang sering bertanya pada saya tentang tata bahasa Kasus dan tata bahasa Relasional. Meskipun saya sendiri tidak paham tuntas tentang kedua tata bahasa itu, syukurnya saya cukup paham dengan konsep analisisnya. Namun, yang jadi masalah bukan itu.

Ketika saya menjelaskan tentang proposisi dan argumen, mereka langsung mencantumkan tanda tanya di wajah mereka. Mereka mengaku belum tahu tentang proposisi.

Ada apa dengan proposisi? Haha, memang singkat, padat, namun sering tidak jelas, tentang proposisi ini. Satu kata, tapi ketika tidak menguasai konsepnya, jangan harap bisa memahami tata bahasa kasus, tagmemik, atau relasional.

Sekadar informasi (yang sudah tahu tidak perlu bilang ini “ngga penting”, cukup bantu ajarkan kepada mereka yang belum tahu), proposisi, menurut Pak Sugeng Riyanto, adalah bongkahan-bongkahan makna yang ada dalam suatu tuturan. Sementara sepemahaman saya, secara sintaktis, proposisi adalah kesatuan makna yang dibentuk oleh ikatan antara suatu predikasi (pekerjaan/kegiatan atau keadaan) dengan yang terlibat dalam predikasi (kegiatan atau keadaan) itu.

Predikasi ‘kan umumnya dibentuk oleh verba/frasa verbal atau adjektiva/frasa adjektival, nah argumen adalah segala hal yang terlibat dalam kegiatan yang dinyatakan oleh verba atau keadaan yang dinyatakan oleh adjektiva.

Jadi, setiap predikasi/predikat memiliki argumen. Singkatnya, argumen yang dimaksud adalah “teman-teman predikat dalam kalimat” yang terlibat dalam kegiatan predikat.

Contohnya nih:

Ibu memasak di dapur.

Kalimat di atas punya predikat memasak, teman-teman predikatnya ada Ibu sebagai subjek dan di dapur sebagai Keterangan atau Komplemen. Nah, karena di sini ada satu predikat berarti ada satu kesatuan proposisi di sini: yaitu verba/predikat memasak yang mengikat Ibu sebagai pelaku dan di dapur sebagai tempat terjadinya kegiatan memasak yang dilakukan oleh si subjek, alias pelaku, yang dikenal dalam kalimat sebagai Ibu.

Nah, selanjutnya, karena Ibu, memasak, dan di dapur, disebut argumen. Kenapa? Karena e karena, mereka adalah hal-hal yang terlibat dan bersangkutan dengan sebuah pekerjaan yang dalam kalimat dikatakan memasak, yang dikenal sebagai predikat, dan disatukan dalam suatu mahligai proposisi.

Informasi tambahan:

Dalam Kamus Linguistik edisi ketiga (Kridalaksana, 2001: 180), dijelaskan bahwa proposisi adalah konfigurasi makna yang menjelaskan isi komunikasi dari pembicaraan; terjadi dari predikator yang berkaitan dengan satu argumen atau lebih. Sementara itu, argumen adalah nomina atau frasa nominal yang bersama-sama predikator membentuk proposisi (Kridalaksana, 2001: 17).

Yang masih belum paham juga, silakan bertanya melalui komentar.


Aksi

Information

2 responses

30 11 2010
Media Beasiswa

kalo proposisi yg berhubungan contohnya gmn yah bos?

30 11 2010
metalingua

maaf, saya belum mengerti betul pertanyaannya … Maksudnya proposisi yg berhubungan itu yg seperti apa? Berhubungan dengan apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: