Mesa kada dipatua, pantang kada dipomatte!

29 03 2009

‘Satu kata dikatakan, pantang kata dihukum mati’

Demikianlah satu peribahasa Mandar yang masih saya ingat sampai sekarang selain Mellete Diatonganan yang kini menjadi semboyan Provinsi Sulawesi Barat.

Ketika kita berucap satu kata yang menjadi janji, peganglah janji itu, karena jika diingkari, hukuman mati adalah konsekuensi yang pantas untuk kita.

Demikianlah para bijaksana Mandar mengajar pekerti kepada anak cucunya agar menjunjung tinggi kejujuran dan tidak mempermainkan janji apalagi sumpah. Dan kata-kata itu terus terngiang di kepala saya sejak pertama kali saya dengar dari guru bahasa Mandar saya ketika bersekolah di SMP Negeri 2 Mamuju, di sebuah kota kecil yang kini menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Barat.

Alangkah wajibnya saudara-saudara calon anggota legislatif yang belakangan ini sedang gencar berkoar-koar mencari pengikut dan dan pendukung (yang mayoritas akan dilupakan ketika sang calon terpilih nanti) menghayati dan menjunjung semboyan serupa ini.

Saudara-saudara Caleg, beranikah Anda dihukum mati jika melanggar janji, seperti yang dituntut semboyan ini?

Pesan untuk para caleg dari Sulawesi Barat:

Janganlah kalian berani-berani mengaku sebagai orang Mandar jika tidak menjunjung dan melaksanakan kalinda’da’ di atas!


Aksi

Information

One response

13 01 2012
Viellah

Tolong p0sting pribahasa Mandar yg lb bnyak lg, sy sbgai orng mandar yg trlahir di pulau jawa ingin tw lb bnyak Budaya saya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: