Apa itu Ekonomi Bahasa?

3 04 2010

Istilah ini disebutkan oleh Verhaar dalam Asas-Asas Linguistik Umum. Kurang lebih berikut kutipannya.

Dalam semua bahasa di dunia, penutur-penutur berusaha untuk ‘menghemat’ tenaga dalam pemakaian bahasa dan memperpendek tuturan-tuturannya, sejauh hal itu tidak menghambat komunikasi, dan tidak bertentangan dengan budaya tempat bahasa tersebut dipakai. Sifat ‘hemat’ itu dalam bahasa lazim disebut ‘ekonomi bahasa’ (Verhaar, 2006: 85).

Prinsip ekonomi bahasa menekankan bahwa setiap pengguna bahasa selalu berusaha menghemat tenaga dalam kegiatan berbahasa. Penghematan ini diaplikasikan melalui berbagai cara. Oleh karena bahasa itu ada yang berbentuk bahasa lisan dan tulisan, penghematan antara kedua bentuk tersebut serupa tapi tak sama.

Dalam bahasa lisan, bahasa berupa tuturan, berwujud bunyi, terdiri dari deretan fonem-fonem segmental dan suprasegmental. Contoh bentuk penghematan dalam bahasa lisan adalah penghilangan fonem. Penghilangan fonem bertujuan untuk mengirit jumlah fonem yang harus diucapkan tanpa mengubah makna yang dimaksud. Misalnya, kalimat berikut ini.

(1)   Hari ini giliran siapa yang piket sih?
Fonetis                        : [hari ini giliran siyapa yaŋ piket sih]
Jumlah fon      : 30
(2)   Hari ni giliran sapa yang piket si?
Fonetis                        : [hari ni giliran sapa yaŋ piket si]
Jumlah fon      : 28

Jelas dalam kalimat di atas jumlah fonem yang diucapkan dalam kalimat (2) lebih sedikit daripada kalimat (1). Pada kalimat (1) ada 30 fonem yang diucapkan dalam satu dereta kalimat sedangkan pada kalimat (2) ada 28 fonem. Berikut contoh lainnya.

(3)   Lagi ngapain? Sudah beres belum? Sebentar bukunya gue pinjem dulu ya!

Fonetis                        : [lagi ŋapayin##udah bзrзs bǝlum##sebǝntar bukuɲa gue piɲjǝm dulu ya##]

Jumlah fon      : 54

(4)   Gi apa? Dah beres blom? Tar bukunya gue pinjem dulu ya!

Fonetis                        : [gi a’pa##’dah bзrзs blöm##’tar bukuɲa gue piɲjǝm dulu ya##]

Jumlah fon      : 40

Penghilangan fonem di tuturan nomor (4) lebih ekstrem karena menghilangkan 14 fonem dari jumlah fonem tuturan aslinya, 54, menjadi 40 fonem.

Dalam bahasa lisan, bentuk ekonomi bahasa ini tampak pada bentuk-bentuk singkat atau abreviasi, seperti singkatan (baik gelar, nama lembaga, atau istilah), akronim , dan inisial. Penyingkatan-penyingkatan ini bertujuan menghemat tenaga ketika menulis karena bentuk singkat tentunya mengurangi jumlah huruf yang haurs dituliskan.

Apapun bentuknya, yang jelas, prinsip ekonomi bahasa berarti pengguna bahasa selalu berusaha semudah dan seminim mungkin menggunakan tenaga ketika berbahasa. Selain itu, perubahan-perubahan yang utamanya berupa penghilangan itu selalu bersifat tidak mengubah makna tuturan.

Hal lain yang patut dicatat adalah penghilangan-penghilangan fonem umumnya terjadi dan produktif pada ragam bahasa nonstandar atau nonformal sebab hanya pada ragam inilah bahasa dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan dan kehendak pengguna selama tidak berubah total dan menjadi suatu bahasa baru. Penghilangan fonem dalam tuturan ragam formal atau ragam baku tidak seproduktif ragam nonformal karena ragam ini bersifat kaku, tidak mudah berubah, dan tetap karena menjadi standar bahasa yang bersangkutan. Sepengamatan saya, penghilangan fonem dalam tuturan ragam formal sebatas terjadi pada abreviasi dan pembakuan kata yang mengalami gejala penambahan fonem seperti protesis, epentesis, atau paragog pada bentuk nonbakunya; misalnya, isteri dibakukan menjadi istri, silahkan dibakukan menjadi silakan, kampak dibakukan menjadi kapak, dan perduli dibakukan menjadi peduli.

Referensi

Badudu, J.S. 2001. Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Bandung: CV. Nawaputra

Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum.

Muslich, Masnur. 2008. Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Verhaar, J.W.M. 2006. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Aksi

Information

2 responses

3 04 2010
ervinekiddies

Tulisannya bagus, baru tau yang ada ekonomi bahasa…

Salam

3 04 2010
metalingua

terima kasih apresiasinya,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: