Ciri-ciri Psikis Manusia Indonesia Menurut Muchtar Lubis (Episode 1 – Pendahuluan)

8 04 2010

(Episode 1 – Pendahuluan)

Saya pernah mendengar pemikiran masyarakat tentang beberapa sifat atau karakter umum suatu suku bangsa di Indonesia. Sifat atau karakter umum di sini maksudnya sifat atua karakter yang secara umum dimiliki oleh orang yang memiliki identitas kesukubangsaan tertentu. Misalnya, orang Batak yang cenderung lekas marah (temperamen tinggi), kasar, dan ulet, orang Jawa yang cenderung; orang Sunda punya istilah kurung batokeun yang bermakna sulit keluar daerah sendiri atau enggan merantau, dan sebagainya. Pertanyaannya, betulkah pendapat-pendapat tersebut?

Berbicara tentang sifat atau karakter suku bangsa, berarti kita berbicara tentang ciri-ciri psikis suatu suku bangsa tersebut. Dengan demikian, pertanyaan betulkah bahwa orang-orang Batak itu bersifat lekas marah dan betulkah orang Sunda cenderung enggan merantau dan lebih senang tinggal dan hidup di daerahnya masing-masing bisa terjawab melalui analisis psikis dan mental terhadap orang dari masing-masing suku bangsa itu.

Mochtar Lubis, pada 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki pernah menyampaikan pidatonya tentang penilaian orang luar (asing) terhadap manusia Indonesia. Orang-orang Belanda pada zaman VOC menilai bahwa orang Indonesia itu secara umum bersifat khianat – karena tidak bisa memegang teguh perjanjian –, suka membunuh, suka berperang, tidak jujur, seperti binatang, dan kejam. Penilaian aseperti ini tidak mengherankan, karena sejak tiba di Nusantara, mereka selalu mendapat perlawanan dari orang-orang di Nusantara.

Setelah Belanda berperan menjadi penjajah, pandangannya mulai berubah. Dikatakan bahwa orang Indonesia kurangsanggup melakukan kerja otak yang tinggi dan setengah-setengah dalam beragama. Penjajah Belanda juga mengakui bahwa manusia Indonesia bersifat hormat, tenang, dapat dipercaya, lembut, dan ramah pada tamu. Ada juga yang menilai manusia Indonesia tidak suka memikirkan yang susah-susah, tidak punya pendirian, tidak punya kemauan, dan tidak bisa mengambil keputusan.

Terlepas dari benar atau tidaknya pendapat tersebut menurut kita (sebagai yang dinilai), itulah pendapat orang mengenai kita. Apabila kita ingin tahu seperti apa orang melihat kita, pahamilah kalimat-kalimat yang dipaparkan Muchtar Lubis tersebut kemudian introspeksi diri; apakah benar kita seperti itu?

Memang benar, jika berbicara tentang karakter orang Indonesia, akan sangat subjektif pendapat-pendapat yang muncul. Hal ini karena manusia Indonesia itu sangat banyak dan tidak sama satu sama lain. Kalaupun tampak sama, itu sekilas. Jika ditilik lebih detail dan lebih cermat, pasti ada satu-dua-tiga atau lebih perbedaan antara manusia yang satu dengan yan lainnya. Penilaian tentang bagaimana karakter orang Indonesia itu memang sangat bergantung pada siapa, dalam posisi apa, dan kapan penilaian itu dilakukan. Lagi pula, kita sebagai objek yang dinilai selalu mengalami perubahan. Akan tetapi, kembali lagi, ada sifat umum yang dimiliki dari sekian banyak manusia itu.

Sebenarnya bagi saya, pembicaraan tentang psikis manusia Indonesia ini sudah membosankan. Pertama kali saya membuat tulisan tentang ini sekitar lima tahun lalu ketika SMA kelas 3. Selama menjadi mahasiswa, entah sudah berapa kali saya menulis tentang ini.Akan tetapi, saya ingin terus menulis tentang ini karena masih banyak orang yang tidak sadar akan dirinya sendiri sehingga belum sempat introspeksi diri. Selain itu, ada pula orang yang sudah sadar dengan “psikis kemanusiaindonesiaannya” namun tetap saja enggan mengintrospeksi diri. Saya berharap, dengan tulisan ini, makin banyak orang yang mengintrospeksi dirinya sebagai manusia Indonesia.


Aksi

Information

One response

6 12 2011
Yani

Betul sekali, aku setuju sekali sama kamu..
apa lagi kalau kamu pernah menginjak negara orang terus pulang ke negara sendiri udah kecewa berat… the moment you see indonesian s faces in airport, kamu sudah rasanya mahu muntah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: