Tentang Saya

Warning! Narsis spoiler … He he he. Ya, sedikit berautobiografi lah. Boleh ya?

Foto diri, bukan narsisme

Pertama-tama, perkenalkan, nama saya Shafwan Nugraha. Lahir di Makassar, 23 Agustus. Dari tiga bersaudara, saya yang paling tua. Ayah Bugis sedangkan ibu Sunda menjadikan saya seorang berdarah campuran; half-blood kalau istilah Harry Potter mah). Selama 22 tahun hidup, hanya sekitar 6 tahun tinggal bersama orang tua. Umur empat tahun sudah berpisah dengan ortu. Kembali tinggal bersama dengan ortu ketika kelas 2 SMP hingga lulus. Masuk SMA, karena dipindahkan ke Bandung, jadi aja misah lagi.

Ketika SMA, bercita-cita masuk jurusan IPA dan berencana berkuliah di sekolah kedokteran atau keperawatan. Akan tetapi, cerita mengatakan lain. Karena berbagai kekecewaan pada kelas 2, akhirnya memutuskan masuk IPS; meskipun guru-guru banyak yang menentang (siapa suruh dibikin kecewa). Dan untungnya, pada akhirnya saya nggak pernah kecewa masuk IPS.

Selepas SMA, saya berencana untuk mengambil kuliah di jurusan Psikologi. Sangat tertarik untuk mempelajari ilmu kejiwaan ketika itu, di samping mencita-citakan pula mempelajari ilmu komputer dan informatika. Tetapi, lagi-lagi kecewa. Pertama, ternyata jurusan Psikologi di Universitas Pangkalan Damri — universitas yang dicita-citakan oleh orang tua dan orang tuanya orang tua bagi saya sementara saya sendiri inginnya belajar di tempat yang biasa saja — dimasukkan ke jurusan IPA. Alternatif lain adalah di Universitas I. Sayangnya, saya dilarang ngekos. Maka pada dasarnya, saya bingung.

Pada akhirnya, saya memilih masuk ke sekolah yang menjadi “hobi” saya. Ilmu bahasa. Dan jadilah saya mempertaruhkan diri di bawah jurusan sastra Indonesia Universitas Pangkalan Damri. Itu kejadian 5 tahun yang lalu, pada 2005. Sekarang 2010, saya masih berstatus mahasiswa (senior banget), karena akhirnya belum lulus-lulus juga karena skripsinya ditinggal menganggur begitu saja …. Bosan rupanya.

Sekarang, sambil sedikit demi sedikit mengembalikan diri pada skripsi yang menjadi kewajiban, saya mengelola sebuah warnet, tempat servis komputer, toko CD lagu anime, dan grosir telur ayam. Semuanya berada dalam satu gedung. Yah, berwiraswasta sedikit, daripada bersesak-sesakan di dunia lapangan kerja yang sudah bukan lapangan lagi tapi angkot yang kelebihan muatan, lebih baik membuka lapangan pekerjaan sendiri. Membantu pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran, dan membuka kesempatan bagi orang untuk mendapat pekerjaan.

SNT van Ophujsen

2 responses

9 11 2010
Tamba Budiarsana

Mas salam kenal ya. Maukah bertukar link? hehe..
Terima kasih.🙂

19 01 2011
dian

Mas, maaf mau tanya..
Kalau dalam bahasa Indonesia yang benar, “vanilla” itu penulisannya apa?
Karena kemarin baru tau kalau “leci” sebenarnya “lici”.

Trimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: