Memasukkan Player Lagu di Artikel WordPress

28 08 2010

Anda para pemakai WordPress, pernahkah ingin memasukkan file mp3 agar bisa diputar atau didengarkan melalui blog? Atau pernahkah anda ingin mem-posting suatu lagu yang Anda suka atau Anda rekomendasikan untuk didengar kepada orang lain? Untuk tujuan itu, tentunya Anda pernah mencoba melakukan pengunggahan media mp3? Dan apakah akhirnya Anda kecewa karena fasilitas pengunggahan media mp3 tidak didukung sebelum Anda mengupgrade blog Anda itu ke paket Pro yang berbayar? Hahaha, semua orang pakai yang memakai WordPress sering kesal dengan kekurangan ini, ya saya salah satunya. Masa sih, cuma untuk mengunggah mp3 yang ingin dibagi-dengarkan dengan orang lain kita harus upgrade dulu paket?

Akan tetapi, sekarang tidak perlu kesal dan bingung lagi. Anda tetap bisa kok memperdengarkan lagu pilihan Anda itu melalui blog WordPress kesayangan Anda itu. Tapi, ini butuh sedikit trik. Mudah kok, cuman asal mau repot aja sedikit, he he he … Oke, mari mulai kalau begitu.

Untuk memperdengarkan lagu dalam suatu artikel blog, dibutuhkan interface pemutar lagu tersebut. Interface ini nantinya yang menjadi kontrol kita untuk memutar dan menghentikan lagu serta untuk membesarkan dan mengecilkan suara. Nah, secara standarnya, interface ini akan muncul jika Anda mengunggah lagu ke WordPress. Tapi, tentu itu kasusnya kalau blog Anda adalah paket yang berbayar. Oleh karena blog standar yang gratisan tidak mengizinkan pengunggahan media lagu seperti mp3, tentunya Anda tidak bisa memunculkan kontrol interface ini dengan cara biasa. Oke, trik untuk memasukkan lagu ke dalam artikel adalah sebagai berikut.

(1) Tentukan lagu yang akan Anda masukkan ke dalam blog. Setelah dapat, unggah file tersebut ke situs file hosting yang mengizinkan anonymous access. Jika tidak ketemu, Anda bisa menitip pada situs webhosting. Pada contoh ini, saya menitipkan file ini pada akun webhosting saya di 110mb.com yang sudah basi (maksudnya udah nggak dipake lagi =p). Lumayan kapasitas dan bandwidthnya bisa dimanfaatkan lah, he he he .. Anda bisa menggunakan file hosting atau web hosting manapun, asal diizinkan melakukan hotlinking. Misalnya, Stashbox.org. Untuk di Stashbox.org, Anda perlu registrasi terlebih dahulu. Tapi tenang, gratis kok~!

Tampilan Stashbox.org

(2) Setelah selesai mengunggah, salin alamat file yang Anda unggah. Untuk contoh, saya pakai Stashbox.org. Di Stashbox.org, setiap selesai mengunggah akan ditampilkan identitas file dan alamat link-nya. Alamat inilah yang diperlukan! Salin alamat file dari boks URL di kolom HTML/Forum Code.

Salin alamat file dari kotak URL

(3) Oke, urusan titip-menitip file beres. Sekarang kembali ke WordPress. Buka Dashboard, kemudian buat tulisan baru (new post).

(4) Pada editor teks, pilih mode HTML. Kemudian, kembali ke teks editor, tikkan kode berikut ini (tanpa tanda kutip, tentunya!).

” <code> [http://stashbox.org/979885/Yoko%20Kanno%20%26%20Ilaria%20Graziano%20-%20I%20Do.mp3] </code> ”

(5) Kembali ke modus Visual dengan mengeklik Visual dari tab editor teks. Simpan konsep, lalu klik Terbitkan (publish). Oh ya, jangan lupa untuk memberi judul. Tapi kalau Anda hanya ingin membuat artikel latihan yang nantinya akan dihapus, Anda bisa membiarkannya tanpa judul.

(6) Oke, lihat hasilnya dengan mengeklik pada Lihat Tulisan yang muncul di atas teks editor. Apabila Anda melakukan semua tahapan dengan benar (terutama bagian penulisan kodenya) akan muncul sebuah player di dalam artikel postingan Anda. Jika Anda klik tombol play-nya, file lagu yang tadi sudah disisipkan kode URL-nya akan diambil oleh (buffering) dan dimainkan oleh si player tersebut. Nah, untuk melengkapi, bagaimana jika Anda memberikan teks lirik pula pada artikel lagu tersebut? Siapa tahu pembaca Anda tertarik dan ingin tahu liriknya sekalian?

Sebagai tambahan, saya melampirkan tautan. Tautan di bawah ini adalah artikel contoh penerapan kontrol player lagu. Lagu yang saya sisipkan di sini adalah I Do dari album Ghost In The Shell, Stand Alone Complex: Solid State Society yang dinyanyikan oleh Ilaria Graziano dan diaransemen oleh Yoko Kanno.

https://metalingua.wordpress.com/2010/08/28/ilaria-graziano-i-do/

Semoga bermanfaat~!





Traffic Counter

24 03 2010

free counters





Mesa kada dipatua, pantang kada dipomatte!

29 03 2009

‘Satu kata dikatakan, pantang kata dihukum mati’

Demikianlah satu peribahasa Mandar yang masih saya ingat sampai sekarang selain Mellete Diatonganan yang kini menjadi semboyan Provinsi Sulawesi Barat.

Ketika kita berucap satu kata yang menjadi janji, peganglah janji itu, karena jika diingkari, hukuman mati adalah konsekuensi yang pantas untuk kita.

Demikianlah para bijaksana Mandar mengajar pekerti kepada anak cucunya agar menjunjung tinggi kejujuran dan tidak mempermainkan janji apalagi sumpah. Dan kata-kata itu terus terngiang di kepala saya sejak pertama kali saya dengar dari guru bahasa Mandar saya ketika bersekolah di SMP Negeri 2 Mamuju, di sebuah kota kecil yang kini menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Barat.

Alangkah wajibnya saudara-saudara calon anggota legislatif yang belakangan ini sedang gencar berkoar-koar mencari pengikut dan dan pendukung (yang mayoritas akan dilupakan ketika sang calon terpilih nanti) menghayati dan menjunjung semboyan serupa ini.

Saudara-saudara Caleg, beranikah Anda dihukum mati jika melanggar janji, seperti yang dituntut semboyan ini?

Pesan untuk para caleg dari Sulawesi Barat:

Janganlah kalian berani-berani mengaku sebagai orang Mandar jika tidak menjunjung dan melaksanakan kalinda’da’ di atas!





Maen Sega Yuk!!!

29 03 2009

Adakah yang masih memiliki mesin game Sega Mega Drive 2?

Saya dulu pernah punya satu. Console itu menjadi mesin kedua setelah Nintendo jebot yang dibelikan ayah ketika masuk SD. Yah, meskipun masih sama-sama membawa teknologi 2D yang sederhana, Sega Mega Drive (yang dikenal sebagai Sega Genesis di luar sana) memiliki teknologi yang lebih maju daripada mesin Nintendo yang sebelumnya. Sebagai catatan, mesin Nintendo punya saya itu bukan Super Nintendo, tapi masih keluarga NES. Memang, sama-sama 2D, tapi saya menemukan permainan-permainan yang jauh lebih seru di Sega daripada Nintendo. Beberapa cartridge-nya masih saya simpan sampai sekarang. Tidak di Bandung sih, tapi di Mamuju.

Kedua mesin di atas, yang NES dan Sega Mega Drive masih bisa berfungsi. Masalahnya, adaptor keduanya sudah pada korslet semua. Lagi pula, sulit menemukan stik Sega Mega Drive yang baru di pasaran belakangan ini. Kalau stik Nintendo sih nggak masalah. Tinggal cari di Toserba bagian elektronik, biasanya disitu dipajang dengan harga yang taklebih dariRp. 20.000,00 per buah.

Dalam rangka nostalgia, saya akhirnya memutuskan untuk mencari emulator mesin tersebut di internet dan ternyata ketemu. Duh, senangnya, bisa nostalgila lagi main Tiny Toon Adventures, Quackshot, Sonic, dan permainan favorit sepanjang masa: Collumns (ha ha, nggak gaya banget yak?).

Mau emulatornya?

Klik di sini untuk unduh Emulator Gens Plus

Klik di sini untuk unduh Emulator Fusion

Anda butuh file ROM-nya?

Rampok saja dari sini: http://www.coolrom.com